Postingan

Cipta Sastra Mutakhir

 1. Sejarah  Sastra Mutakir Pada angkatan 70-an tumbuh dengan subur penulis dan buah penanya dibidang puisi dan drama. Motif dasar pergeseran dari moderen ke mutakhir adalah perubahan dibidang wawasan, alur, gaya bahasa, penafsiran, tentang latar, serta bidang material dan sosial. Sebelum massa mutakhir selalu didukung oleh paham realitas formal yang tampang biologis, realitas sosial dan psikologis. Tidak merasa bahwa tokoh-tokoh Mahabrata, Ramayana, Arjuna Wiwaha, Dewa Ruci ataupun dogeng-dogeng yang hidup di desa-desa bukalah tokoh realisme formal ataupun ada dalam bayangan imajinasi sastra/manusia. Kalau formal saja tidak  jelas bentuk realitanya. Dunia mengikuti daya khayal manusia untuk membayangkan dan menelusuri tentang keadaan diri, oranglain, dunia dan alam semesta sekitarnya. Misalnya: Dogeng setan bermata satu atau bermata empat, ular jadi manusia atau ular jadi setan dan sebaliknya. Dalam massa mutakhir ini tokoh-tokoh novel jelas dalam anonimitas seperti nove...

Kaba Cindua Mato

 1. Sinopsis Kaba Cindua Mato menceritakan tentang seorang pemimpin yang memimpin seorang raja perempuan bernama Bundpeo Kanduang, ia mempunyai seorang anak laki-laki yang bergelar Dang tuanku. Dang Tuanku memiliki seorang kepercayaan yang bernama Cindua Mato. Pada suatu ketika, Bandaharo (Salah seorang dari Dewan Empat Menteri yang berkedudukan di Sungai Tarab) menyelenggarakan keramaian untuk mencarikan jodoh anaknya, Putri Lenggo Geni. Bundo Kanduang menyuruh Dang Tuanku untuk mengikuti keramaian itu sekaligus melamarkan putri Lenggo Geni untuk Cindua Mato. Ternyata lamaran tersebut diterima oleh Bandaharo. Namun, saat berada di Sungai Tarab, Mereka mendengar kalau tunangan Dang Tuangku yang bernama Putri Bungsu akan dikawinkan dengan Imbang Jayo karena dikabarkan Dang Tuanku telah sakit keras dan dibuang. Sekembalinya mereka ke Pagaruyung, Bundo Kanduang mengutus Cindua Mato untuk menghadiri pernikahan putri Bungsu, dan Dang Tuanku secara rahasia menyuruh Cindua Mato untuk memb...

Kaba Sabai Nan Aluih

 1. Hakikat Kaba Kaba adalah kesusastraan Minangkabau sejenis fiksi. Fiksi menurut Kamus Bahasa Indonesia adalah cerita rekaan (roman, novel dll) yang tidak berdasarkan kenyataan atau rekaan belaka alias khayalan dari pengarangnya. Dari pernyataan di atas sepertinya membawa kembali ingatan kita ketika membuka lembaran awal cerita-cerita kaba yang telah dituliskan menjadi buku. Biasanya pada lembaran awal kaba itu dibubuhkan pernyataan penulis bahwa kaba itu adalah cerita yang sebenarnya yang pernah terjadi dalam masyarakat Minangkabau pada suatu waktu. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti kata kaba adalah sastra tradisional minangkabau yang berbentuk prosa berirama, kalimatnya sederhana dengan 35 kata sehingga dapat diucapkan secara berirama atau didendangkan, tema ceritanya bermacam-macam, seperti kepahlawanan, petualangan, pelipur lara dan kisah cinta.  2. Sinopsis Kaba Sabai Nan Aluih Di tengah Padang hiduplah sepasan suami istri bernama Rajo Babandiang dan Sad...

Prosa/ Cerita Minang / Kaba

 1. pengertian  Kaba adalah genre sastra tradisional Minangkabau berupa prosa. Kaba dapat dibacakan maupun didendangkan. Bentuknya berupa pantun lepas maupun pantun berkait disertai ungkapan pepatah-petitih, mamangan, pameo, kiasan, dan sebagainya. Kaba berfungsi untuk menyampaikan cerita atau amanat. Biasanya tokoh dalam kaba tidak jelas dan nama-namanya cenderung bersifat simbolik. Kaba yang disampaikan oleh seorang tukang kaba. Pertunjukan kaba berbeda-beda bergantung daerah Minangkabau. Ada yang menyampaikan kaba dengan randai, ilau, atau dengan nyanyian yang disebut basijobang. Sesudah Perang Dunia I, kaba mulai dipertunjukkan sebagai sandiwara dan diterbitkan. Kaba pertama kali ditulis dalam bahasa Melayu dengan huruf Latin sehingga berkembang sebagai cerita yang bertema aktual. Cerita kaba selalu diawali kisah tambo yang memaparkan asal usul Minangkabau. Kata kaba didiuga berasal dari bahasa Arab khabar, yang sinonim dengan kata berita (Minangkabau: barito). Namun, dala...

Pasambahan

 1. Pengertian  Pasambahan (dalam bahasa Minangkabau: persembahan) adalah salah satu jenis sastra lisan Minangkabau. Sastra lisan ini digunakan oleh masyarakat Minangkabau dalam acara perkawinan, kematian, dan acara adat lainnya. Pasambahan yang biasanya digunakan dalam upacara adat ini menggunakan bahasa halus dengan perumpamaan dan nilai-nilai budaya. Djamaris (2002:44) menyatakan bahwa bahasa yang digunakan dalam pasambahan ini berbeda dengan bahasa sehari-hari, bahasanya lebih puitis. Kepuitisan itu ditandai oleh banyaknya ungkapan, kiasan, pepatah petitih, pantun, dan talibun, serta susunan kalimat yang teratur sehingga bila diucapkan terdengar berirama dan merdu.  2. Peran Pasambahan Pasambahan menurut Djamaris (2002:43) berasal dari kata "sambah"' yang dalam bahasa Indonesia bermakna ‘sembah’ yaitu pernyataan hormat dan khidmat; kata atau perkataan yang ditujukan kepada orang yang dimuliakan. Dengan demikian, pasambahan berarti ‘pemberitahuan dengan hormat’. Lebih ...

Pantun

  Nama : Luci Komala Bintang NIM : 19017055 1. Pengertian Pantun Pantun merupakan salah satu jenis puisi lama yang masih terkenal sampai sekarang. Teman-teman pun pasti setidaknya pernah mendengar pantun tidak hanya di dalam pelajaran bahasa Indonesia, melainkan juga di acara-acara hiburan adat sampai program hiburan komedi di stasiun televisi. Karena berbagai hal ini pulalah, tidak ada alasan untuk enggan untuk mempelajari pantun dan jenis-jenisnya.Hemat kata, pantun adalah jenis puisi lama yang tiap baitnya terdiri atas empak baris serta memiliki sampiran dan isi. Sebelum mengenal apa saja jenis dari pantun, ada baiknya teman-teman memahami dengan baik dulu ciri-ciri dari jenis puisi lama yang satu ini. Tentu saja ini agar kalian dapat dengan mudah mengklasifikasikan sebuah puisi lama itu layak disebut pantun atau tidak. Memahami ciri-ciri pantun juga membuat kalian akan lebih mudah membuat jenis puisi yang satu ini. 2. Ciri-ciri Pantun 1).  Tiap bait terdiri atas empat bari...

Petatah petitih

 A. Pendahuluan Adalah salah satu sastra lisan masyarakat melayu yang berisi nasehat, sindiran, pandangan atau pedoman hidup yang baik dan tinjauan dalam melakukan hubungan sosial dalam masyarakat. B. Pembahasan 1. Peribahasa Dari bahasa adalah kelompok kata yang mempunyai susunan yang tetap dan mengandung aturan perilaku, nasehat prinsip hidup perbandingan atau perumpamaan. Peribahasa biasanya menggunakan kiasan untuk menggambarkan maksud tertentu. Peribahasa adalah salah satu jenis aforisme yakni Suatu bentuk kebahasaan yang ringkas dan berisikan kebenaran umum. 2. Mamangan Memakan adalah kristalisasi pengalaman batin masyarakat Minangkabau yang inspirasinya bersumber dari alam. Mamangan yaitu kiasan yang mengandung arti sebagai pegangan hidup yang berisi suruhan, anjuran dan larangan yang isinya yaitu nasehat. Mamangan menjadi pedoman orang dalam bertingkah laku dan dapat membentuk perilaku hubungan sosial dalam masyarakat. 3. Bidal Bidal adalah jenis puisi lama yang peribahasa ...