Hakikat Tambo

 A. Pendahuluan

Tambo dalah catatan yang berisi peristiwa sejarah memuat sistem pemerintahan dan asal-usul nenek moyang Minangkabau. Tambo memiliki dua sisi yaitu tambo adat dan tambo alam. Tambo tidak diketahui pasti siapa pengarangnya, tambo diturunkan secara turun-temurun.

B. Pembahasan 

1. Hakikat Tambo

Tambo berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti tambahin yang artinya bermula dalam tradisi masyarakat Minangkabau tembung merupakan warisan turun-temurun yang disampaikan secara lisan. Kata tambo atau tarambo dapat juga dimaksud sebagai sejarah, hikayat atau riwayat. Jadi tambo adalah suatu hikayat yang dan jelaskan asal usul nenek moyang orang Minangkabau, sampai tersusunnya ketentuan-ketentuan adat dan kebudayaan yang berlaku sekarang.

2. Sejarah Tambo

Penulisan tambo pertama kali dijumpai dalam bentuk aksara Arab dan berbahasa Melayu. Sedangkan penulisan dalam bentuk latin baru dikenal pada awal abad ke-20 an yang isinya sudah membandingkan dengan beberapa bukti sejarah yang berkaitan titik penyampaian kisah pada tambo umumnya tidak tersistematis, sementara kisahnya kadangkala disesuaikan dengan keperluan dan keadaan sehingga isinya dapat berubah sesuai kesenangan pendengar. Pada umumnya tambo merupakan karangan saduran, oleh penyadur tidak menyebutkan sumbernya seolah-olah hasil karya sendiri.

3. Isi Tambo

Tambo berisikan kisah-kisah, legenda, yang berkaitan dengan asal usul nenek moyang Minangkabau. Ada dua jenis tambo, pertama tambo alam yang berisikan asal usul nenek moyang serta tentang kerajaan di Minangkabau. Kedua tambo adat yang memisahkan adat, sistem pemerintahan dan undang-undang tentang pemerintahan Minangkabau pada masa lalu. Penyampaian kisah tambo tidak tersistematis karena disesuaikan dengan keperluan keadaan sehingga isinya dapat berubah menurut kesenangan pendengar.

4.Penulisan Tambo

Masa penulisan tambo Alam Minangkabau kebanyakan naskah tambo ditulis setelah masuknya Agama Islam ke Minangkabau. Hal ini dibuktikan oleh tulisan pada naskah yang hampir seluruhnya beraksara Arab Melayu. Penulisan Byson nafkah tumbuh secara besar-besaran diperkirakan dimulai setelah berakhirnya Perang Padri atau setelah perjanjian sampah sati marapalam. Sebelumnya cerita yang ditulis pada naskah-naskah tambo ini diturunkan secara turun-temurun dari para pemangku adat ke pemangku adat atau lebih dikenal dengan istilah Waris nan bajawek. Bagaimana yang dikatakan oleh A.A Navis kamu berisikan pandangan orang Minang terhadap dirinya sendiri di dalamnya ada subjektivitas untuk menyamakan objektivitas history. Penyebabnya adalah sejarah Minangkabau yang di masa lalu pernah menjadi target penguasaan bangsa lain Umah Majapahit pernah menyerang Minangkabau dan Aceh pernah menduduki pesisir baratnya Selama ratusan tahun. Aktivitas dalam penulisan tamu Ini akhirnya menghasilkan berbagai versi tambo yang beredar dan menyebar di masyarakat. Kisah tambo yang dipusakai yang turun-temurun secara lisan oleh orang Minangkabau hanya mengisahkan waktu dan peristiwa secara samar-samar, campur baur. Penulisan tembung untuk menyatakan pemikiran orang Minangkabau terhadap asal usul nenek moyang Minangkabau rumah adat dan Negeri Minangkabau.

Komentar