Laporan bacaan

 Nama : Luci Komala Bintang

NIM : 19017055

Sesi : Selasa, 13:20-15:00


A.Pendahuluan

Sastra adalah Hungkapan ekspresi manusia berupa karya tulisan atau lisan berdasarkan pemikiran, pendapat, pengalaman, hingga ke perasaan dalam bentuk yang imajinatif, cerminan kenyataan atau data asli yang dibalut dalam kemasan estetis melalui media bahasa. Sastra Minangkabau yaitu karya sastra yang lahir di minang kabau, sastra minang kabau lisan dan tulisan, contoh dari  Sastra lisan yaitu cerita, kaba, pantun, petatah-petitih, dan mantra. Nama Minangkabau sendiri berasal dari kata manang yang berarti menang dan kabau yang berarti kerbau. Nama itu diketahui dari sejarah yang ditulis di dalam Tambo. Kisahnya berawal pada saat kerajaan Pagaruyung yang dipimpin raja Adityawarman, akan ditaklukan oleh pasukan Majapahit. Untuk mencegah pertempuran, penasehat raja mengusulkan adu kerbau sebagai pengganti peperangan. 

B. Pembahasan 

1. Hakikat Sastra

Sastra berasal dari bahasa sansakerta shastra yang artinya adalah "tulisan yang mengandung intruksi" atau "pedoman". Dalam masyarakat Indonesia definisi sastra masih bersifat kabur, pengertiannya kadang menjadi bias. Pengertian sastra merujuk pada kesusastraan yang diberi imbuhan ke-an. “Su” artinya baik atau indah dan “sastra” artinya tulisan atau lukisan. Jadi, kesusastraan artinya tulisan atau lukisan yang mengandung kebaikan atau keindahan. Sastra lisan berkaitan dengan berbagai macam karya dalam bentuk tulisan sedang sastra lisan adalah karya sastra yang diekspresikan langsung secara verbal. Sastra terbagi menjadi sastra lisan dan tulisan. Sastra lisan berkaitan dengan berbagai macam karya dalam bentuk tulisan sedang sastra lisan adalah karya sastra yang diekspresikan langsung secara verbal. Sastra adalah Hungkapan ekspresi manusia berupa karya tulisan atau lisan berdasarkan pemikiran, pendapat, pengalaman, hingga ke perasaan dalam bentuk yang imajinatif, cerminan kenyataan atau data asli yang dibalut dalam kemasan estetis melalui media bahasa. MenurutSumardjo & Saini (1997: 3) yang berpendapat bahwa Sastra adalah ungkapan pribadi manusia yang berupa pengalaman, pemikiran, perasaan, ide, semangat, keyakinan dalam suatu bentuk gambaran konkret yang membangkitkan pesona dengan alat bahasa. Sastra dalam bahasa Indonesia berarti bahasa (kata-kata, gaya bahasa) yang dipakai di kitab-kitab (bukan bahasa sehari-hari), karya tulis yang jika dibandingkan dengan tulisan lain memiliki berbagai ciri keunggulan, seperti keaslian, keartristikan, keindahan dalam isi dan ungkapannya, drama, epic, dan lirik.


2. Nama Minangkabau dan daerahnya

Nama Minangkabau sendiri berasal dari kata manang yang berarti menang dan kabau yang berarti kerbau. Nama itu diketahui dari sejarah yang ditulis di dalam Tambo. Kisahnya berawal pada saat kerajaan Pagaruyung yang dipimpin raja Adityawarman, akan ditaklukan oleh pasukan Majapahit. Untuk mencegah pertempuran, penasehat raja mengusulkan adu kerbau sebagai pengganti peperangan. Jika kerbau dari pihak raja yang kalah, maka kerajaan akan diserahkan pada pasukan Majapahit. Sebaliknya, jika menang, pasukan Majapahit diminta untuk kembali ke Jawa. Akhirnya, usulan tersebut juga disetujui oleh pasukan Majapahit. Singkat cerita, adu kerbau dimenangkan kerajaan Pagaruyung. Kemenangan tersebut pada akhirnya menginspirasikan masyarakat memakai nama Minangkabau, kata yang berasal dari ujaran “manangkabau” yang artinya kerbau yang menang. Minangkabau meliputi daratan Sumatra Barat, separuh daratan Riau, bagian utara Bengkulu, bagian barat Jambi, pantai barat Sumatra Utara, barat daya Aceh, dan Negeri Sembilan di Malaysia. Dalam percakapan awam, orang Minang sering kali disamakan sebagai orang Padang. 

3.Karya sastra Minangkabau dulu dan sekarang

a.Merari Siregar

-Azab dan Sengsara (1920)

-Binasa kerna Gadis Priangan (1931)

-Cinta dan Hawa Nafsu

b. Marah Roesli

-Siti Nurbaya (1922)

-La Hami (1924)

-Anak dan Kemenakan (1956)

c. Muhammad Yamin

-Tanah Air (1922)

-Indonesia, Tumpah Darahku (1928)

-Kalau Dewi Tara Sudah Berkata

-Ken Arok dan Ken Dedes (1934)

d. Nur Sutan Iskandar

-Apa Dayaku karena Aku Seorang Perempuan (1923)

-Cinta yang Membawa Maut (1926)

-Salah Pilih (1928)

C. Penutup

Sastra Minangkabau adalah sastra yang hidup dan dipelihara dalam masyarakat Minangkabau, baik lisan maupun tulisan, contoh dari sasta lisan yaitu cerita, kaba, pantun, petatah-petitih, dan mantra. 



Referensi 

https://sejarahlengkap.com/indonesia/kerajaan/sejarah-minangkabau

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Orang_Minangkabau

http://asasin-casas.blogspot.com/2012/01/hakikat-sastra.html?m=1

https://www.kompasiana.com/rizkydwicahyo7474/5eabc6b4d541df291f2fe482/hakikat-sastra-sifat-fungsi-sastra

Komentar